Jump to content



Photo
- - - - -

Pengalaman Pelatihan Sedot Pusaka Aji Gondo Alum

pengalaman spiritual Sedot Pusaka Gondo Alum

  • Please log in to reply
No replies to this topic

#1 Endah Indryono

Endah Indryono

    Begawan

  • Pengasuh
  • 847 tulisan
  • LocationJakarta, Indonesia

Ditulis pada 06 Mei 2015 - 07:35

(Diambil dari Google Cache, karena database rusak)

 

Pengalaman Mas Feri, sewaktu mengikuti pelatihan Sedot Pusaka Aji Gondo Alum. 

Ini adalah kali pertama mengikuti pelatihan dengan Bpk. Endah Indriyono. Dan merupakan pengalaman yang paling menyenangkan yang pernah saya alami sekaligus tidak akan terlupakan. 

Bermula dari artikel mengenai Aji Gondo Alum, akhirnya diadakan program pelatihannya. Setelah atur-atur keuangan, akhirnya daftar juga. Dan sangat bersyukur sekali ketika itu masih ada slot-nya. 

Akhirnya setelah mendaftar diberikan materi pelatihan via email yang berisi petunjuk-petunjuk untuk dapat mengikuti pelatihan, termasuk lelaku puasa ngrowot, ngebleng dan mantera-mantera yang harus dihapalkan.

Dari semua lelaku tersebut, yang paling susah adalah ngebleng, karena setelah 3 hari puasa ngerowot, terasa sekali badan sudah menciut dan daya tahan tubuh turun. Kena flu, ingus mengalir keluar masuk masuk hari ke 3. Dan walhasil lelaku puasa plus ngebleng gagal karena badan tidak kuat. Akhirnya baru kali yang ketiga berhasil sempurna. Itupun dikerjakan di Jakarta atas petunjuk bapak Endah. Hehehe..(Sejujurnya banyak toleransi diberikan.. kakakaka) 

Hari H akhirnya tiba. Kami berenam. 5 Orang peserta dan Bapak Endah tentunya. Mengendarai kendaraan salah satu peserta, mas Pri, akhirnya kami menuju Gunung Gede, Cianjur, Jawabarat. Karena week end. Perjalanan butuh waktu hampir 5 jam menuju lokasi. Tapi cukup menyenangkan karena udah terasa dingin dan segar. 

Singkat cerita, akhirnya kami parkirkan kendaraan dilokasi wisata gunung gede, dan mulai naik keatas gunung setelah melewati beberapa pintu pemeriksaan. Saat itu jam 5 sore. 

Sampai dilokasi yang banyak tempat untuk istirahatnya berupa sawung bambu kami settle disana. Butuh 3 jam ke lokasi ini, sampai sekitar jam 8.30 malam. Akhirnya melepas lelah dan memakan nasi bungkus yang dibeli dijalan tadi. 

Sambil duduk-duduk santai Bapak Endah menceritakan asal-usul ilmu Gondo Alum ini. Dan pengalaman-pengalaman cara mengamalkannya. Sejujurnya saat itu saya sangat bingung dan tidak mengerti dengan pengalamannya tersebut. Hehehe.. 

Akhirnya satu-satu dipanggil untuk dibetulkan bacaan mantranya dan diuji apakah sudah hapal atau belum. 

Total ada 7 mantra yang harus dihapalkan, dan kebetulan hanya saya satu-satunya yang hapal 7 mantra tersebut. Yang lainnya? Rata-rata cuma hapal 2 mantra saja. 

Tapi kata pak Endah, tidak masalah. Nanti bisa dihapalkan ke 7 mantranya dan tidak akan mengurangi kemampuannya. Itu hanya kunci saja yang menghubungkan dengan kotak 'doraemon'. Nanti akan saya jelaskan kotak 'doraemon' ini, hehehe... 

Kotak 'doraemon' ini dibuat dari bekas kotak sepatu, didalamnya ada wafaq-wafaq yang ditulis disekiling isi kotaknya. Total ada 7 sekat yang berisi 7 macam barang yang bisa kita 'keluarkan' nantinya. Nah! Inilah rahasia dari paranormal yang katanya bisa mengeluarkan barang ini itu, hahaha... 

Isi kotak tersebut bisa berupa keris kecil, batu akik, atau benda-benda apa saja, bisa kawat digulung2 dengan rambut, silet atau apa saja asalkan cukup ringan dan tidak terlalu berat. 

Karena pelatihan ini katanya pelatihan tuntas. Artinya segala rahasia dari ilmu Gondo Alum ini akan diberikan tuntas, dari persiapan pembuatan kotak 'doraemon' tadi. Sampai pengaplikasiannya yang akan diberikan caranya kemudian. 

Kemudian pak Endah medemonstrasikan aplikasi Gondo Alum. Ada piring kecil berwarna putih. Kemudian beliau meminta pak Iwan, salah satu peserta untuk menutupnya dengan daun. Dan beliau membaca mantra secara keras dengan mantap, kemudian mengetukkan tangannya seperti orang mengetuk pintu tapi ketanah tempat beliau duduk. Dan meminta membuka daun tersebut, dan ajaib! Tau2 ada keris kecil dipiring tersebut. 

Saat itulah semua mulai terlihat serius untuk menyimak penjelasan dari pak Endah. Pada intinya, barang yang ada dalam kotak 'doraemon' tersebut bisa dikeluarkan pada media yang berwarna putih. Contoh bisa dimasukkan dalam kelapa. Tissue putih. Kain Putih. Piring Putih. Dan variasi-variasinya, umpama membuat 'wafaq' pada kain putih, yang kemudian seolah wafaq tersebut jadi penarik pusaka. Hahaha.. 

Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Yaitu kami diminta mencoba, pada media yang berbeda. 

Pada giliran pertama, pak Fadil diminta mencoba pada tissue putih yang dipegang oleh pak Hendra. Pertama ambil ludah dengan dengan cara menempelkan telunjuk dan jempok ke lidah. Kemudian telunjuk ditempelkan di tissue-nya. Setelah itu tissue baru dipegang pak Hendra. Mantra dibaca secara keras, mengetukkan tangan ketanah. Kali ini seperti tercium bau harum, tapi tidak tau bau apa. Kemudian pak Fadil meminta membuka tissue yang dikepal pak Hendra, dan ketika dibuka isinya batu akik! Wow.. hehehe... 

Kemudian pak Iwan mencoba. Cara sama. Tapi... tidak ada barang yang keluar. Loh! Terlihat kekecewaan diwajahnya, kemudian dicoba lagi. Dan masih sama. Akhirnya pak Endah mempersilakan Mas Pri buat mencoba. Kali ini dipiring yang ditutupi daun. Berhasil !! 

Dan pak Iwan makin terlihat kesal, hahaha... 

Setelah itu giliran saya. Juga gagal! Dan giliran pak Hendra juga gagal. Berarti hanya murid-murid senior dari pak Endah saja yang berhasil. 

Terlihat pak Endah santai saja, walau kata-kata pak Iwan mulai pedas juga. 

Akhirnya beliau menyuruh kami untuk kumkuman di-air terjun yang ada dibawah kami. Dan memang masalah kumkuman ini memang sudah disebutkan dalam petunjuk yang dikirim via email. 'Bilamana diperlukan akan dilakukan tirakat kumkuman.' 

Waktu sudah menunjukkan pukul 1 pagi. Akhirnya kami bertiga kumkuman. Kegiatan ini, wah wah.... 

Pertama dilakukan pemanasan dengan melakukan jurus-jurus silat inti bumi kemudian diberikan tatacara kumkuman, yang paling agak bagaimana itu ketika diminta memasukkan kondom yang diisi kapas kedalam dubur, hehehe... 

Akhirnya kami bertiga masuk kedalam air. Masya Allah, dinginnya luar biasa.. 

Kami saling menguatkan. Karena semua dari luar kota. Saya bilang. Kita jauh-jauh ngilmu bukan buat gagal. Akhirnya kami larut dalam tirakat kumkum ini. 

Saya yang pertama dipanggil naik, tidak tau tepatnya sudah berapa jam dalam air. Karena waktu berlalu terasa cepat disana. 

Kemudian pak Endah menotok beberapa bagian dibadan saya. Kemudian akhirnya saya diminta mencoba aplikasikan pada tissue. Kali ini? Alhamdulillah berhasil. 

Giliran berikutnya pak Hendra dipanggil. Dan alhamdulillah bisa juga. Kemudian pak Iwan. 

Sama. Dilakukan totokan dibeberapa bagian tubuh. Kemudian, tiba-tiba pak Endah memukul punggung pak Iwan dengan keras pakai telapak tangannya. Kaget juga saya. Hehehe... 

Pak Endah bilang, katanya pak Iwan belajar ilmu-ilmu kebal yang menghalangi penuntasan ilmu Gondo Alum. Ditanya apakah mau dibuang ilmunya? Dan dijawab pak Iwan. Mau.

Akhirnya dicarilah buah kelapa. Karena saya biasa mengambil kelapa di kampung, saya ambilkan 3 butir kelapa yang ada didekat situ. Dan diambil airnya untuk prosesi membuang ilmu kebal yang ada di pak Iwan. 

Ketika air kelapa diguyurkan, dari seluruh kulit pak Iwan seperti keluar butir-butir pasir halus, yang ternyata adalah serbuk besi. Ada beberapa bagian yang seperti mengeluarkan darah ketika disapu oleh pak Endah. 

Pak Iwan terlihat wajahnya seperti kesakitan. Hingga akhirnya selesailah prosesi pembersihan. 

Tapi pak Iwan diminta kumkum lagi, yang akhirnya dikerjakan juga. 

Pak Fadil dan Mas Pri ijin pulang dulu. Katanya ada urusan kerja. Hm.. 

Akhirnya jam 7 pagi. Pak Endah memanggil pak Iwan untuk naik. Kali ini dicoba pada piring putih. Aplikasi baru, yaitu saya diminta jadi 'pasien' yang akan 'memuntahkan' barang 'kiriman'. 

Cara sama, ambil ludah pakai telunjuk dan jempol, dan disentuhkan ke saya. Kemudian mantra dibaca. Pundak saya dipukul perlahan. Akhirnya seperti ada yang ingin keluar dari dalam badan saya, kemudian keluarlah silet, rambut dan benang hitam 'dari' muntahan saya ke atas piring putih. 

Pak Iwan berhasil!! Kemudian pak Iwan bangun secara tiba-tiba dan mencium tangan pak Endah. Sambil minta maaf. Hehehe.. 

Dan kami bertiga mencoba berkali-kali ilmu ini sampai betul-betul yakin akan keberhasilannya. 

Alhamdulillah. Karena hanya saya yang hapal 7 mantra-nya. Jadi hanya sayalah yang bisa mengeluarkan berbagai isi dari kotak 'doraemon' tersebut. 

Sehingga akhirnya kami pulang, tinggal satu pertanyaan yang masih menyisa. Kapan pak Endah mentransfer ilmunya? 





Artikel terkait dengan tag: pengalaman spiritual, Sedot Pusaka, Gondo Alum

0 pengunjung sedang membaca topik ini

0 member, 0 tamu, 0 anonymous


DMCA.com Protection Status