Jump to content



Photo
- - - - -

Penarikan Harta Karun di Sragen


  • Please log in to reply
No replies to this topic

#1 Admin

Admin

    Begawan

  • Administrators
  • 462 tulisan
  • LocationJakarta

Ditulis pada 09 November 2015 - 20:21

uangkepeng-150x150.jpg

Dalam berbagai acara silaturahmi, seringkali pak Endah cerita mengenai berbagai pengalamannya. Salah satunya mengenai pengalaman Pak Endah mendapatkan harta karun dari daerah didekat makam Butuh, Sragen. Berikut penuturan beliau.

Kejadiannya lupa pada tahun berapa, mungkin sekitar tahun 1995-1996. Dikarenakan masih getol-getolnya belajar ilmu-ilmu sedot pusaka dari berbagai guru.

Di Sragen, banyak sekali guru-guru yang mengaku ahli sedot pusaka, ada yang ahli, ada juga yang asli ngakali, bahkan ada yang bisa bangun rumah dari hasil ngakali saya, hehehe

Sampai akhirnya oleh adik ipar, lewat kenalan sahabatnya akhirnya diantar kesalah satu guru di Sragen, yang intinya ternyata guru palsu. Cirinya yaitu lokasi pakai survey (seolah bisa komunikasi dengan penunggu disana), perlu persiapan beli minyak (katanya hasil komunikasi perlu syarat minyak ini), kemudian proses tarik dikerjakan malam hari dimana pusaka yang keluar jelas-jelas dilempar oleh anak buahnya.

Saat itu saya membawa Pak Parno, guru saya untuk ‘menilai’ guru palsu tersebut. Walau kesimpulan kami sama, Pak Parno menilai tidak ada pusaka yang ditarik secara gaib, sedangkan saya menilai caranya jelas trik kampung.

Tapi yang menarik adalah, menurut pak Parno, penunggu (danyang) disana betul-betul ada dan termasuk jenis yang kuat.

Malam itu, kami kembali ke Solo dengan rasa kecewa dan penasaran. Hingga akhirnya besok paginya kami kembali mendatangi tempat tersebut dan dilakukan investigasi lagi dilokasi tersebut, kali ini saya membawa seorang ahli tayuh pusaka dan yang terkenal di-Solo karena kemampuan komunikasi dengan Gaib, yaitu mbah Pur dari Nusukan.

Mbah pur kemudian melakukan dialog dengan penunggu disana, dan didapat kesimpulan ada harta karun disana yang hanya bisa keluar bila disyaratkan dengan darah perawan.

Saya konsultasi lagi dengan Mbah Pur, maksudnya darah perawan apa? Dijawab oleh Mbah Pur katanya Darah Gadis yang masih perawan.

Kemudian saya bertanya lagi, caranya bagaimana? Dan dijawab beliau juga tidak tahu. Tapi terlihat beliau seperti menyembunyikan sesuatu.

Disepanjang jalan kembali ke Solo, saya berusaha bertanya-tanya kemungkinannya, sampai akhirnya beliau menjelaskan harus ada jiwa dari gadis perawan buat syarat kalau mau harta karun keluar.

Saya kaget. Karena seumur hidup saya, perburuan harta karun ini selalu gagal, 99% termasuk kena tipu, tapi karena yang bilang guru-guru yang saya hormati malah menimbulkan rasa penasaran yang sangat besar. Disamping berkorban nyawa adalah suatu kemusykilan. Hehehe

Akhirnya lokasi tersebut menjadi lokasi simpanan saya, dan mulai terlupakan seiring waktu.

Hingga akhirnya rahasia mengenai darah gadis perawan ini terungkap.

Dari diskusi dengan seorang Kyai di Tegal, saya bertanya mengenai syarat dengan darah perawan. Kemudian beliau menjelaskan yang dimaksud itu darah keperawanan. Saya makin bingung. Tadinya harus jiwa gadis perawan, kemudian sekarang darah keperawanan. Saya tanya lebih detil lagi, apakah harus perawanin gadis disitu? (Maaf kalau bahasanya terlalu vulgar)

Dijawab, betul. Nah!!

Pikiran saya melayang-layang senang, hehehe… Tapi kebetulan sangat cinta sekali sama istri jadi akhirnya pikiran tersebut dibuang.

Kreativitas saya terbangun, kemudian saya mencari pasangan yang ingin menikah tetapi terbatas biaya. Skenarionya adalah bayari pernikahan mereka, kemudian meminta mereka melakukan “malam pertama” di-lokasi tersebut.

Akhirnya dapatlah pasangan tersebut, dan dibuat perjanjian seperti itu yang disepakati mereka juga.

Saat itu 8 Oktober 1997, saya ingat betul karena 2 hari kemudian lahirlah anak ke 3 saya. Disiapkan tenda dilokasi, dan saya mengajak lagi Mbah Pur, dan saya jelaskan situasinya. Mbah Pur tersenyum sambil tepuk-tepuk pundak saya.

Dilakukanlah dialog dengan penunggu disana. Umba rampe kembang setaman, kopi pahit dan manis, juga teh pahit dan manis disiapkan. Kemenyan dibakar, suasana mulai mencekam. Tetapi mungkin karena bau kemenyannyalah yang buat suasana mencekam tersebut tercipta.

Kemudian mbah Pur berkata. Si.. (lupa saya namanya, penunggu disana) bersedia menerima syarat yang kami siapkan.Kami tinggalkan pasangan tersebut disana agar mereka bisa melaksanakan kegiatan ibadahnya dimalam pertama.

Terus terang saya sebetulnya sangat penasaran apa yang terjadi dalam tenda tersebut. Kami menunggu dimobil yang berjarak sekitar 300-400 meter dari lokasi tersebut.

Sekitar jam 2 malam, tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara seperti berdebam kencang. Breg!!

Semua terjaga bangun. Kami berlari menuju kemah, takut terjadi apa-apa dengan pasangan yang baru menikmati malam pertamanya tersebut. Mereka juga keluar dari kemah dengan malu-malu.

Saya lihat mereka sehat tidak ada kurang juga tidak ada seperti kesurupan atau tanda-tanda yang ganjil. Saya tanyakan kepada si-perempuan, apakah ada apa-apa? Dan dijawab, tidak ada apa2 den.

Kami berkeleliling mencari sumber suara breg tadi. Dan ditemukan oleh mbah Pur, sambil menunjuk ada ujung seperti piramid disalah satu sudut kemah. Yang akhirnya kami gali dan ternyata berbentuk kotak kayu seukuran 20x30x30cm. Ketika dibuka berisi penuh dengan uang kepeng.

Total ada 1300 lebih uang kepeng dalam kotak tersebut, juga ada kalung ronce dari emas seberat 28 gram berhiaskan batu permata berbagai warna.

Kami sangat takjub dengan apa yang terjadi, khususnya saya. Karena penarikan harta karun ini hampir tidak pernah terjadi selain praktek penipuan belaka.

Pengalaman yang sangat menakjubkan dan meninggalkan bekas yang dalam. Pertama dan terakhir. Karena perburuan lokasi serupa atau komunikasi ulang dengan penunggu disana tidak menghasilkan apa-apa lagi.

Mengenai harta karun tersebut kami jual ke salah satu kolektor di Solo, dihargai 25 juta totalnya. Buat kami bukan masalah nominalnya, tetapi pengalaman ketika itu yang sangat bernilai, dibanding nilai dari harta karunnnya tersebut.

Demikianlah penuturan Pak Endah Indryono, pengasuh di YBD ini dalam suatu kesempatan perbincangan.

Wallahu’alam

The post Penarikan Harta Karun di Sragen appeared first on Paranormal Indonesia.

paranormal_indonesia?d=yIl2AUoC8zA
bX9OGiSM2mY

View the full article




0 pengunjung sedang membaca topik ini

0 member, 0 tamu, 0 anonymous


DMCA.com Protection Status