Jump to content



Photo
- - - - -

Istriku Kena Pelet (Bagian 1)


  • Please log in to reply
No replies to this topic

#1 Admin

Admin

    Begawan

  • Administrators
  • 466 tulisan
  • LocationJakarta

Ditulis pada 17 Oktober 2016 - 11:50

slave

Sebelumnya terima kasih kepada Pak Endah Indriyono yang telah membantu permasalahan keluarga kami. Semoga Pak Endah selalu diberikan kesehatan, umur panjang dan rejeki berlimpah. Aamiin.

Juga saya mohon maaf yang sebesarnya bila ada kata-kata atau perbuatan yang sangat tidak berkenan kepada Pak Endah.

Saya dan Istri sudah 18 tahun menikah dan dikaruniai 3 orang anak, 1 putra dan 2 putri. Pernikahan kami bisa dibilang bahagia. Karir saya cukup bagus dengan penghasilan lumayan. Begitupun istri bekerja sebagai salah satu direksi di BUMD dengan karir yang moncer juga.

Sampai tibalah saat tidak terduga yang hampir menghancurkan rumah tangga dan finansial kami.

Reuni SMA
Kejadian bermula dari reuni SMA.

Saya dan Istri kebetulah satu sekolah disalah satu SMA Negeri di Jawa Tengah.

Setelah lebih dari 20 tahun, akhirnya kali pertama sekolah kami mengadakan reuni akbar angkatan kami di kota asal. Dan tentunya kami diundang dan menyanggupi untuk datang.

Sampai hari H, akhirnya kami datang, tentunya dengan mengajak ke 3 anak kami. Dan seperti biasa kebahagian bertemu dengan teman lama dan keluarga mereka, juga guru-guru kami yang sudah beranjak tua mengingatkan banyak kenangan indah sewaktu SMA dulu.

Tidak ada yang aneh ketika pertemuan tersebut. Hampir sebagian besar telah menikah, ada satu dua yang gagal membangun rumah tangga dan hanya ada satu saja teman kami yang belum menikah dan menjadi bahan ledekan kami.

Kegiatan reuni SMA tersebut dilanjutkan dengan acara wisata selama 3 hari kota tempat pariwisata di Jawa Tengah yang juga meninggalkan kesan mendalam buat kami. Disamping keindahan alamnya, juga tempat-tempat ini menjadi sasaran madol dulu kalau kabur dari sekolah dan menjadi tempat pacaran, sehingga betul-betul menjadi kenangan tersendiri buat kami semua.

Kepulangan dari kegiatan reuni tersebut membuat hubungan saya dan istri makin mesra dan intim. Seolah kenangan dulu bangkit kembali dan menambah gairah cinta kami.

Teror Telepon Gelap
Seminggu setelah reuni. Dirumah kami sering menerima telepon gelap yang ketika kami angkat tapi tidak ada suara. Kejadian selalu malam hari ketika kami sekeluarga sudah berkumpul dirumah. Dan sangat mengganggu kami. Kejadi berulang-ulang sampai 5 hari sehingga akhirnya kami memutuskan untuk mencabut telepon rumah kami, dengan alasan toh selama ini telepon rumah hampir tidak pernah dipakai dan dengan seluruh anggota keluarga kami banyak menggunakan handphone untuk komunikasinya, karena ada SMS.

Kemudian teror berpindah ke handphone saya dan istri. Tampilan di handphone kami “unknown number”. Kecurigaan kami timbul, karena nomoh hp yang dihubungi merupakan private number hanya untuk keluarga atau staff kami saja. Dan waktu itu kami berikan ke beberapa teman yang meminta sewaktu reuni.

Mulailah kami mencari tahu dengan menghubungi teman-teman kami yang telah kami berikan nomor kami dan tanyakan apa maksudnya. Semua tidak ada yang mengaku, malah keliatan mereka pada sungkan dengan kami. Jadi saat ini kami clueless. Akhirnya kami ganti nomor hp kami untuk menghentikan teror.

Teror Mimpi
Setelah 1 minggu teror ke HP berhenti, saya dan istri selalu mengalami mimpi seram. Tadinya kami saling merahasiakan, sampai pada suatu malam istri berteriak keras ketika tidur dan kami sekeluarga terbangun. Akhirnya kami saling menceritakan mimpi kami. Dan ternyata ada kesamaan mimpi seperti terbunuh, dikejar orang tidak dikenal sambil membawa senjata, sampai berjalan di padang pasir yang tidak ada bertepi.

Intinya kami menjadi sangat tidak nyaman dengan hidup kami. Dan akhirnya kami konsultasi ke Psikolog.

Oleh psikolog kami disarankan ke Psikiater dan mendapatkan obat-obatan anti depresant yang membuat tidur kami langsung lelap dan tidak mendapatkan mimpi seram lagi.

Berbulan kami mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Dan kehidupan rumah tangga kami mulai menjadi tawar. Pulang kerja langsung tidur. Bangun kerja. Dan menjadi rutinitas.

Sampai pada bulan ke 5 setelah reuni, saya mendapatkan istri saya bermimpi sambil maaf, masturbate. Saya kaget dan membangunkan dia. Tapi dia tidak sadar. Hanya bilang tidak ingat apa-apa sama sekali. Juga mimpinya hanya kosong saja. Terlihat memang dari matanya berada dalam pengaruh obat tidur yang biasa kami konsumsi.

Dan anehnya, ada burung peliharaan saya, semua. Ada 5. Paginya mati tanpa sebab. Begitupun kucing anggora kami, sakit paginya tanpa kejelasan hanya muntah-muntah. Siangnya dibawa ke Dokter Hewan, mati disana.

Kejadian mimpi ini berlanjut terus, bahkan saya sampai mendengar lenguhan dia yang membuat saya marah. Tapi, sama seperti sebelumnya dia bilang tidak ingat apa-apa.

Ketika kejadian hampir 2 minggu dan tiap malam terjadi. Saya berkesimpulan ada sesuatu sedang terjadi. Tidak wajar dan berbau magis.

Berobat ke Ulama dan Orang Pintar
Karena saya sudah tidak tahan dengan kejadian demi kejadian, dan berkesimpulan telah terjadi hal-hal diluar nalar akhirnya saya konsultasi dengan Ulama terkenal dikota kami. Beliau melihat memang kami sedang diuji oleh Allah. Kata beliau, istri saya sedang dikuasai oleh makhluk gaib. Dan beliau mencoba mengobati dengan membuat minum yang harus diminum istri. Juga menyarangkan agar istri di ruqyah.

Sepulang dari ulama, saya sampaikan ke Istri. Istri hanya tertawa tidak percaya hal-hal seperti ini. Saya tetap berusaha membujuk setidaknya minum air yang sudah didoakan. Yang akhirnya istri menurut dan minum air tersebut.

Alhamdulillah, malam itu tidak ada mimpi yang dialami istri juga saya. Kehidupan mulai berangsur normal pada malam-malam berikutnya.

Sampai 2 minggu kemudian istri saya muntah-muntah dan seperti ada gumpalan darah. Sehingga saya segera membawa kerumah sakit untuk diobservasi.

Hampir 3 minggu istri terbaring lemah dirumah sakit. Berat badannya turun drastis hingga dibawah 50kg. Dokter tidak juga mampu menemukan penyakit yang diderita istri. Setiap hari hanya muntah-muntah, kadang bercampur darah. Nafsu makannya hilang, matanya celong dalam dan pandangannya kosong.

Sayapun ikhtiar kesana kemari. Cari dan menemui ulama. Googling cari info orang pintar. Diberi ini itu. Tapi tidak ada satupun yang bisa mengembalikan kondisi istri saya yang sudah semakin drop.

Hampir tiap malam kami mengadakan pengajian. Juga mengerjakan ritual ini itu. Apa saja saya kerjakan. Tapi betul-betul tidak ada hasil sama sekali.

Sampai sebulan dirumah sakit. Istri sudah betul-betul drop. Kadang sadar kadang tidak. Saya juga sudah seperti hilang semangat hidup. Pekerjaan terbengkalai. Biaya rumah sakit yang besar betul-betul menguras finansial kami.

Pertemuan dengan Pak Endah
Salah satu orang pintar yang saya hubungi hasil dari google adalah Pak Endah. Saya kirim whatsapp ke beliau. Dan baru 11 hari dijawab. Beliau minta saya menghubungi via telepon. Tadinya saya agak malas juga. Karena saya pikir paling ya begitu-begitu sajalah. Apalagi whatsapp saya sudah centang dua dan terbaca tapi sama sekali tidak dibalas selama hampir 12 hari. Yang kemudian saya tahu ternyata beliau memang agak malas komunikasi via whatsapp. Maunya kontak langsung telpon saja.

Mungkin karena saya tidak menghubungi beliau, malam hari jam 8 malam, saya dihubungi beliau. Beliau menelepon saya.

Dari teleponan dengan pak Endah, saya menceritakan secara detil pengalaman kami. Hampir 2 jam kami bercakap, dan impresi yang saya dapat adalah beliau sangat rendah hati, blak-blakan dan keras dan terdengar sangat berpendidikan dengan logat betawi yang kadang menonjol.

Melalui percakapan telepon, karena saya beda kota dengan pak Endah. Beliau menyarankan untuk ke Kyai Ahmad di Tegal. Dan malam itu juga saya langsung ke Kyai Ahmad dengan mobil. Sesampainya disana, ternyata sedang ada pengajian diluar kota. Segera saya menghubungi pak Endah kembali karena kondisi istri sudah makin rawan, saya perlu treatment secepatnya.

Oleh pak Endah saya disarankan ke Jakarta saja menemui beliau. Kadung jalan, akhirnya saya nekat ke Jakarta dengan mobil. Dan jam 7 pagi sampailah saya dikediaman beliau di Apartemen dekat terminal Pulogadung.

Dari pertemuan tersebut, tidak ada kata-kata apapun dari Pak Endah, hanya basa-basi biasa saja dan tanya ada bawa baju istri? Saya jawab, bawa. Dan saya diminta menunggu dalam unit apartemennya.

Selang sejam kemudian beliau kembali menemui saya hanya bilang, tidak apa-apa. Kemudian saya diberikan air yang dimana saya dituntun untuk membaca bacaan tertentu sambil dihembuskan kedalam air tersebut dan saya minum. Kemudian saya diminta pulang dan diberikan bacaan untuk dibacakan ditelinga istri saya.

Kondisi Istri makin Kritis
Setelah ijin menitipkan kendaraan ke Pak Endah, saya langsung pulang dengan pesawat dan menemui istri. Kemudian saya lakukan seperti yang diperintahkan Pak Endah.

Begitu saya bacakan ditelinga istri. Istri bangun dan marah-marah ke saya. Tidak lama kemudian muntah-muntah banyak dan tidak sadarkan diri.

Denyut nadi istri turun sekali. Organ vitalnya juga menurun. Saya bingung, nervous dan menjadi kalap. Akhirnya saya telepon lagi pak Endah dengan nada agak keras. Kenapa jadi begini pak? Dijawab, serahkan pada Dokter disana, berdoa saja ke Allah. Tapi saya tidak bisa menerima hal ini. Dengan jawaban tersebut malah rasional saya jadi hilang, saya malah histeris marah-marah ke Pak Endah yang sebetulnya sangat tidak pantas.

Ketika hubungan telepon diputus oleh beliau mungkin karena saya sudah kelewatan. Saya mencoba menghubungi kembali beliau berkali-kali dan tidak dijawab. Sampai akhirnya saya menyerah sendiri.

Makin hari kondisi istri makin kritis. Saya sudah frustasi. Kembali mencoba ke Kyai Ahmad dan beliau hanya bilang untuk ikhlas.

Sampai hari ke 5 setelah dari Jakarta, kondisi istri makin gawat. Denyut nadi hanya 45-50. Sama sekali sudah tidak sadar. Sekali ada whatsapp dari Pak Endah untuk tetap sabar dan bacakan doa yang diberi ke telinga istri. Tapi hanya saya baca saja. Sama sekali tidak saya kerjakan. Saya sudah betul-betul putus asa. Kemudian tiba-tiba istri saya sadar dan panggil saya. To.. mas..

Saya kaget dan mencium istri saya sambil memegang tangannya keras.

“Aku jahat.., maafkan aku..” Kata istri saya. Saya hanya menggangguk-angguk. Iya.. iya.. saya maafkan.. kamu lekas sembuh.

Istri saya terlihat meneteskan air mata. Bilang ke saya, “Aku dipanggil-panggil lelaki ganteng spt indo mas. Suruh minta maaf ke mas to. Aku buat salah mas.. maafkan aku..”

Kondisi Istri berangsur membaik
Setelah istri sadar dan minta maaf, saya segera hubungi pak Endah dan menceritakan detil kejadian.

Pak Endah mendengarkan saja tanpa berkata apa-apa. Hanya penutupnya bilang, nanti istrinya dibawa ketemu saya. Dan berpesan untuk tidak bertanya apa-apa ke Istri. Fokus pada recovery istri saja.

Sekitar 2 minggu, berangsur kondisi istri makin membaik. Nafsu makannya mulai tumbuh lagi dan sudah mulai berjalan. Total hampir 2 bulan dirumah sakit.

Komunikasi dengan pak Endah juga makin intensif saya lakukan, bacaan yang sama selalu saya bisikkan ke telinga istri dalam setiap kesempatan. Bahkan istri juga sudah mulai hapal dan dijadikan amalan rutin setiap selesai sholat fardhu.

Setelah pulang kerumah, timbul rasa penasaran saya mengenai “lelaki ganteng seperti indo” yang Istri saya sebut memanggil-manggilnya dan apa yang terjadi sebenarnya yang dirasakan Istri.

Bersambung bagian 2.

The post Istriku Kena Pelet (Bagian 1) appeared first on Paranormal Indonesia.



View the full article




0 pengunjung sedang membaca topik ini

0 member, 0 tamu, 0 anonymous


DMCA.com Protection Status