Jump to content



Photo
- - - - -

Dicintai VS Berwibawa


  • Please log in to reply
No replies to this topic

#1 Endah Indryono

Endah Indryono

    Begawan

  • Pengasuh
  • 854 tulisan
  • LocationJakarta, Indonesia

Ditulis pada 09 Oktober 2013 - 19:10

Dipost pada 13/04/04 - 08:09 WIB

 

Ada pertanyaan yang menarik dalam satu email yang saya terima, yaitu supaya dicintai banyak orang dan juga berwibawa. Ini menjadi sangat menarik, karena kedua hal tersebut biasanya menjadi masalah fundamental dalam menghadapi kegiatan sehari-hari.

Dicintai banyak orang, bertujuan agar orang lain senang berdekatan dengan kita, senang membantu kita, memiliki banyak kawan, sedikit sekali musuh, dalam kaitan usaha, agar rekan bisnis percaya dan senantiasa ingat kepada kita, dalam kaitan percintaan, agar mudah mendapatkan kekasih dan kekasih yang kita miliki senantiasa mencintai kita, dsb. dsb.

Sedang berwibawa, lebih pada konteks kekuasaan, agar orang enggan, takut, sungkan ketika berdekatan dengan kita, dihormati, terlihat kharismatik, agar segala omongan kita didengar dan diperhatikan dsb. dsb.

Walaupun keduanya memiliki nilai-nilai positif, tetapi juga mengandung potensi negatif. 

Dalam kehidupuan nyata, bisa saja seseorang memiliki keduanya, dicintai dan juga berwibawa. Tetapi kalau saya dihadapkan pada pilihan harus pilih mana, dicintai atau berwibawa, maka jelas dan pasti saya akan memilih dicintai.

Rasanya dicintai banyak orang lebih menyenangkan dibandingkan dihormati banyak orang. Dicintai banyak orang lebih aman ketimbang ditakuti orang. Dicintai banyak orang bisa menjamin finansial kita dibandingkan orang lain enggan dan sungkan ketika berdekatan dengan kita. Dan yang paling utama adalah dengan dicintai orang banyak, kita tidak perlu jaim (jaga image), berpotensi munafik, dan bisa menjadi diri kita apa adanya.

Konteks Realitas
Dalam konteks realitas nyata, kedua hal diatas lebih kepada perbawa, bawaan pribadi seseorang yang memang dimiliki sesuai dengan watak dan prilaku keseharian orang tersebut. Atau sekarang ini hal tersebut biasa disebut dengan aura. Atau bahasa simpelnya pengaruh seseorang yang bisa dirasakan oleh orang lain.

Kunci dari kedua hal diatas, dicintai dan berwibawa, adalah komunikasi. Dalam realitas nyata, anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar bisa dicintai banyak orang. Anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar terlihat berwibawa.

Ikhtiar nyata yang bisa kita lakukan untuk kedua hal diatas bisa dilihat di tip berikut ini.

Tip agar dicintai banyak orang jadinya sangat sederhana, yang anda perlukan adalah banyak berkomunikasi dengan orang lain, berprilaku menyenangkan, dengan cara melihat orang lain yang menyenangkan. Supaya orang lain senang membantu, maka kita juga harus membiasakan diri senang membantu mereka. Supaya potensi resist/penolakan dari orang lain tidak kita rasakan, kita juga harus bisa menerima mereka apa adanya. Biasakan diri kita berkaca dihadapan cermin, dan mencari segala kekurangan kita, dari cara berbicara, bergerak dsb.

Tip agar kelihatan berwibawa juga sangat sederhana, dalam berkomunikasi sampaikan secara langsung maksud keinginan kita. Sering-sering berbicara dalam suatu kegiatan akbar. Biasakan melihat orang lain dikedua bola matanya, dan jangan menghindar bila orang lain berlaku serupa. Berprilaku yang sesuai dengan karakter yang akan kita bangun, dsb.

Konteks Spiritual
Dalam konteks spiritual, dicintai dan berwibawa seperi kutub magnet yang berlawanan. Dicintai termasuk dalam kategori ilmu mahabah/percintaan. Sedangkan berwibawa termasuk dalam kategori ilmu kedigjayaan. Tetapi bila digabungkan dengan baik, maka kita akan menjadi sangat luarbiasa.

Anda perlu terlihat berwibawa, agar keberadaan/eksistensi ilmu kedigjayaan anda keluar. Anda perlu ditakuti agar pengaruh ilmu yang anda miliki bisa dirasakan orang lain, dsb. dsb.

Ikhtiar secara spiritual agar dicintai banyak orang dari yang paling aman sampai ekstrim adalah sebagai berikut :

Berdoa memohon kepada Allah agar diri kita dicintai orang lain. Berdzikir Asma Allah yang mengandung nilai kecintaan, seperti Yaa Rohman Yaa Rohiim. 

Memanfaatkan kekhowasaan ayat2 Al-Quran seperti Yusuf:4.

Memanfaatkan hizb-hizb seperti hizb Al-Jaylani. 

Bertawasul via Ulama atau wali Allah, agar mau membantu mendoakan kita kepada Allah agar diri kita dicintai orang lain. 

Memanfaatkan piranti-piranti gaib seperti ilmu-ilmu pengasihan, minyak pengasihan, azamah/wafaq, sampai menggunakan susuk emas, berlian, samber lilien. Ruwatan gaib/seperti prosesi ronggeng. Sihir, Dst.

Sebetulnya ikhtiar spiritual ini apapun bentuknya, seekstrim apapun caranya, sangat aman, asalkan diijazahkan/diturunkan oleh ahlinya. Kenapa saya bilang aman, kalau seluruh petunjuk, termasuk pantangan diikuti/dituruti, maka tidak ada hal apapun yang akan menimpa kita. 

Tetapi, kenyataannya, pemanfaatannyalah yang membuat menjadi sangat tidak aman dan cenderung menjurus kepada maksiat akhirnya dosa. Dan disinilah memang kita harus pintar-pintar dalam memilih piranti gaib. Karena ada beberapa piranti yang memanfaatkan kekuatan jin dari golongan Iblis yang menyesatkan. Artinya kalau anda menggunakan piranti ini, maka pengaruh setan juga akan sangat kuat. Akhirnya jurang neraka menganga menanti kita.

Perlu saya tambahkan untuk muslim, sepanjang tidak bertentangan dengan aqidah dan syareah Islam, tentunya apapun ikhtiar kita menjadi sah, tetapi sebaliknya menjadi haram.

Sedangkan fenomena sulit mati, karena memanfaatkan salah satu piranti gaib seperti susuk, Insya Allah akan saya jelaskan dalam tulisan tersendiri.

 

Link asli: http://old.paranorma...cle.php?sid=194






0 pengunjung sedang membaca topik ini

0 member, 0 tamu, 0 anonymous


DMCA.com Protection Status