Jump to content



Photo
- - - - -

Pengalaman Pribadi Narik Pusaka Di Tegal

pengalaman spiritual sedot pusaka lintang kamulyaan tegal kramat ketileng ki singodimulyo

  • Please log in to reply
No replies to this topic

#1 Endah Indryono

Endah Indryono

    Begawan

  • Pengasuh
  • 847 tulisan
  • LocationJakarta, Indonesia

Ditulis pada 10 Oktober 2013 - 18:46

Ditulis oleh Pri_aje
Pada 5 Maret 2013

Ane jg mau share pengalaman narik pusaka tapi sendiri, kekeke

Bermodal latihan bareng sama bang Web, Aji Lintang Kamulyaan jadi andelan. Ya gimana lagi cuman itu bisanya.

Jadi karena urusan tugas kerja harus ke Tegal, sampe ke daerah namanya aja udah Kramat ya nama kecamatannya emang Kramat, hehehe ke desa yang namanya Ketileng.

Usut punya usut ternyata ada tokoh fenomenal yg membuka desa ini yg namanya Ki Singodimulyo. Termasuk makamnya dikramatkan. Diceritakan tokoh satu ini sangat sakti dan terkenal dengan senjatanya sepasang keris dan golok sakti namanya ki Ujen.

Karena sampainya malem jam 9 jadi banyak ngobrol sama tetua kampung disana, bahkan nginep dirumah yg paling dituakan disana namanya mbah Mur. Dirumah mbah Mur ini terpajang keris2 dengan sarungnya yg kelihatan sudah uzur seuzur pemilik rumah, hehehe

Pakai bahasa dengan dialek tegal, Mbah Mur bercerita kalau beliau keturunan langsung dari ki Singodimulyo, dan sepasang keris yg ada dirumahnya adalah keris peninggalan ki Singodimulyo, yang sudah turun temurun (sampai 5 keturunan kalau nggak salah) hingga sampai ke dia.

Ane tanya, goloknya pripun mbah? Katanya mbuh, secara Ki Singodimulyo ini sedho karena kalah bertempur, jadi mungkin goloknya hilang. Nah !!

Berbekal cerita bang Web kalo sejarah itu bisa bener, ane berasumsi.. pasti goloknya kalau ada bisa ditarik. Jadi janjian besoknya mohon diantar ke lokasi yg diyakini menjadi tempat pertempuran.

Besoknya pagi2 ane diajak jiarah dulu kemakam Ki Singodimulyo, nggak jauh disitu juga ada makamnya Kyai Syuhud. Mungkin salah satu tokoh sentral keagamaan Islam dijaman dulu. Menggunakan Aji Betoro Suryo, nggak ada yg item-item disitu. Lewaat..

Jalan ke pinggiran desa, didekat hamparan sawah, mbah Mur menunjuk, disekitaran sini menurut cerita Ki Singodimulyo sedho (meninggal).

Langsung baca doa-doa keselamatan, dan mohon izin ke lokasi. Sambil lepas sepatu tanpa beralas kaki, jalan disepanjang pematang sawah, sambil merapal lintang kamulyaan.

Baru nggak jauh dari pinggir jalan raya, udah kelihatan item2 sediameter 1 meter di tengah sawah. Berdasarkan pengalaman, nggak mungkin itu bayangan biasa karena nggak ada pohon disitu cuma sawah aja. Pasti pusaka. Jadi tengak tengok cari keberadaan danyang yg jaga. Sambil bilang numpang numpang..

Di pohon jambu terlihat bayangan gelap memenuhi seluruh badan pohon, hati lsg ser ser. Nah ini nih. Mulai membaca do'a inti es (do'a nabi sulaiman). Diulang2 buat si danyang. Dan tidak lama kemudian bayang hilang. Alhamdulillah.

Sekarang proses nariknya.

Buat meyakinkan, aji Lintang Kamulyaan ane baca lagi 3x. Nafas sesuai yg diajarin, gaya sedakep. Mata ngeliat ke bayangan ditengah sawah.

Mbah Mur terliat mendatangi sambil bilang, ojo ngoyo. Iki kramat. Ati2 kualat sampeyan.

Ane senyum aja. Bodo dah. Dah on banget.

Sambil tutup mata ane mulai konsentrasi. Nafas diatur membentuk pernafasan segi empat. Dan sensor2 kepekaan mulai terbangun. Seluruh badan mulai respon dengan aji lintang kamulyaan. Ada semacam tarikan biar badan maju mendekat ke bayangan item itu. Tapi ditahan aja. Dan mulai menggeser bayangan itu kedeket ane.

Tiba2 kepala serasa berat dan ngantuk. Nggak sadar sampe terduduk ndemprok kaki sampe jatuh ke sawah dan pantat menghajar pematang dengan empuk. Ada beberapa saatlah seperti bingung nggak sadar. Sampai akhirnya mbah Mur menepuk pundak, dan bilang, wis.. bangun lagi ayo..

Sehabis bangun kesadaran seperti bangkit lagi, dan lihat jam, tidak terasa sudah hampir 3 jam disini !!

Ane bilang, matur nuwun mbah..

Diulang lagi baca Aji Lintang Kamulyaan, dengan tekad makin kuat, kali ini. Dengan gaya sambil narik tali, ane tarik bayangan itu, dan alhamdulillah bisa bergesar dan tiba2 seperti ikan lompat dari air ada bayangan seperti lompat dari tengah sawah dan menancap cuma sejengkal didepan ane berdiri.

Golok!! Lengkap dengan gagangnya dari tanduk kebo. Terlihat angker menancap setengah di samping pematang sawah. ane diemin dulu, karena ane lihat ditempat tadi golok itu keluar masih ada bayangannya itemnya. Jadi baca lagi Aji Lintang kamulyaan, dan sama dengan gaya tarik tambang, narik lagi..

Agak lama, sekira hampir mulai gelap, dan nyembul ditengah sawah ujung macam benda nongol sekitar 5-10cm tapi keliatan banget dari posisi ane, karena padi2 seperti tersibak kesamping seolah biar keliatan.

Dicoba tarik-tarik lagi ke pinggir gagal. Akhirnya golok ane ambil. Terlihat sudah sangat tua, karat memenuhi seluruh batangnya berwarna kekuningan. Sambil melipat celana berjalan ketengah sawah, sambil ijin dulu ke mbah Mur, yang terlihat melongo diem aja.

Sampai ditengah perlahan ane ambil barang tadi ternyata keris jalak (lurus) gagang sdh nggak ada.

Habis itu pulang lagi kerumah, dan 2 pusaka itu ane taro di meja. Sikap mbah Pur sekali ini langsung beda, kepalanya menunduk terus sambil ngobrol sambil lirik2 pusaka yg ane pegang di kedua tangan, terus akhirnya ane bungkus sama daun pisang biar nggak keliatan mencolok waktu masuk gang kampung.

Mbah izin liat pusakane sing digantung ning tembok iku.

Si mbah keliat sungkan, terus akhirnya diambil juga sepasang keris yg digantung ditembok dan sambil dikeluarin kerisnya ditempelin dulu dijidatnya baru ditaruh di meja. Yang kedua juga sama diperlakukan spt itu.

Keris hasil tarikan terlihat gagah penuh pamor walau terlihat karatan. Sedang keris mbah Mur, macam keris biasa, nggak ada pamornya sama sekali dan warnanya putih seperti keris kawinan yg biasa disewa2in, hahaha..

Goloknya setelah dimartil biar karat pada lepas, ternyata juga dari bahan keris, ada pamornya. Dan digagangnya ada ukiran lambang desa ini, yaitu singa berkepala kecil berbadan besar berbahan tanduk kebo (kerbau).

Karena jemputan tidak lama kemudian datang. Golok aneh tinggal utk si mbah. Karena merupakan bukti peninggalan leluhur dilihat dari ukiran yg sama dengan logo desa disana. Sedang keris ane bawa pulang buat kenangan.

Kejadian bulan April, tanggal 10 taon 2013.





Artikel terkait dengan tag: pengalaman spiritual, sedot pusaka, lintang kamulyaan, tegal, kramat, ketileng, ki singodimulyo

0 pengunjung sedang membaca topik ini

0 member, 0 tamu, 0 anonymous


DMCA.com Protection Status